MARKET NEWS

OJK Catat Investor Pasar Modal Hampir 29 Juta hingga Juni 2026

Shifa Nurhaliza Putri 08/07/2026 19:27 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal domestik terus meningkat hingga akhir Juni 2026, seiring berbagai upaya pendalaman pasar.

OJK Catat Investor Pasar Modal Hampir 29 Juta hingga Juni 2026. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal domestik terus meningkat hingga akhir Juni 2026, seiring berbagai upaya pendalaman pasar yang dilakukan bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) dan pelaku industri jasa keuangan.

Dalam hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada 1 Juli 2026 disebutkan, jumlah investor pasar modal bertambah sekitar 1,21 juta pada Juni 2026. Secara kumulatif, jumlah investor tumbuh 42,22 persen sejak awal tahun menjadi 28,96 juta investor.

Di sisi pembiayaan, pasar modal juga masih menjalankan fungsi intermediasinya sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Juni 2026, nilai penghimpunan dana (fundraising) korporasi di pasar modal mencapai Rp112,67 triliun.

Nilai tersebut berasal dari tujuh Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), sembilan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 98 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.

Selain itu, masih terdapat 11 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp15,84 triliun.

Di sektor pengelolaan investasi, OJK mencatat adanya moderasi terbatas selama Juni 2026. Nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.011,81 triliun atau turun 3,14 persen secara bulanan dan 2,96 persen secara year to date.

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp652,90 triliun atau menurun 4,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 3,32 persen sejak awal tahun.

Investor reksa dana juga membukukan net redemption sebesar Rp23,75 triliun secara bulanan. Adapun secara kumulatif sejak awal tahun, net redemption tercatat sebesar Rp2,14 triliun.

OJK sebelumnya menyampaikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi, dengan kondisi pasar keuangan domestik yang dinilai masih cukup resilien.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE