Pefindo Beri Peringkat "idA" untuk Obligasi Global Mediacom Senilai Rp1,4 Triliun
Pefindo telah menegaskan peringkat “idA†untuk PT Global Mediacom Tbk (Global Mediacom) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017.
IDXChannel - Pefindo telah menegaskan peringkat “idA” untuk PT Global Mediacom Tbk (Global Mediacom) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017, dan peringkat “idA(sy)” untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahun 2017.
"Kami juga menetapkan peringkat “idA” terhadap rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2020 sebesar maksimum Rp1,4 triliun dan peringkat “idA(sy)” terhadap rencana penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahun 2020 sebesar maksimum Rp600 miliar," tertulis dalam keterangan resmi Pefindo, Senin (24/8/2020).
Jumlah obligasi dan sukuk sebesar Rp2,0 triliun akan digunakan untuk pembiayaan kembali obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo sebesar Rp400 miliar di 2020 dan Rp1,02 triliun di 2022, sedangkan sisa dana akan digunakan untuk membiayai modal kerja Global Mediacom. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.
Sekadar diketahui, bahwa Obligor dengan peringkat "idA" memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.
Sementara itu, akhiran (sy) memiliki makna peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.
Peringkat tersebut juga mencerminkan kepemilikan mayoritas Global Mediacom pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka; beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi, TV berlangganan, bisnis konten, media online dan broadband internet yang disediakan oleh entitas-entitas anak; dan profitabilitas operasional yang baik. Peringkat dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, leverage keuangan yang relatif tinggi dengan risiko fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar AS yang dimiliki entitas anak, dan persaingan yang ketat pada industri media.
Peringkat dapat dinaikkan bila Global Mediacom dapat mengurangi ketergantungannya terhadap dividen dari entitas anak dengan menghasilkan arus kas sendiri dan berulang secara berkelanjutan, serta memperbaiki profil kreditnya dengan mengurangi utang.
Peringkat akan diturunkan jika Global Mediacom dan/atau entitas anak memiliki utang lebih besar dari yang diproyeksikan karena adanya rencana belanja modal yang signifikan dan/atau adanya rencana akuisisi yang menyebabkan rasio debt to EBITDA lebih dari 3x dan rasio fund from operation to debt kurang dari 25% secara berkelanjutan; jika arus kas dari entitas anak utama turun karena pelemahan profil kredit mereka secara berkelanjutan, dan/atau jika ada tuntutan hukum di masa mendatang, yang dapat memengaruhi arus kas secara negatif.
Sejatinya, BMTR adalah perusahaan induk dengan entitas anak utama bergerak dalam bisnis media berbasis konten, iklan, pelanggan, dan online. Pada 31 Maret 2020, pemegang saham terdiri dari PT MNC Investama Tbk (49,94%), manajemen (0,56%), serta masyarakat (49,5%, masing-masing di bawah 5%). (*)