Pendapatan Moncer, Astra Agro (AALI) Raup Laba Rp1,47 Triliun di 2025
Astra Agro (AALI) mengantongi laba Rp1,47 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 28,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,14 triliun.
IDXChannel – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengantongi laba Rp1,47 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 28,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,14 triliun.
Raihan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 31,35 persen menjadi Rp28,65 triliun pada akhir 2025 dibandingkan pada 2024 yang mencapai Rp21,81 triliun.
Secara rinci, pendapatan AALI mayoritas ditopang dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp25,52 triliun pada 2025. Selanjutnya, ada pendapatan dari inti sawit dan turunannya sebesar Rp3,12 triliun dan pendapatan lainnya sebesar Rp10,92 miliar.
Realisasi pendapatan pada 2025 naik dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pada 2024, pendapatan minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp20,18 triliun, inti sawit dan turunannya Rp1,62 triliun dan lainnya sebesar Rp11,36 triliun.
Dari sisi beban pokok pendapatan, AALI mencatatkan angka yang lebih besar pada tahun lalu yang mencapai Rp24,02 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan pada 2024 sebesar Rp18,47 triliun.
Dengan pendapatan yang lebih besar pada 2025, AALI mencetak laba bruto sebesar Rp4,63 triliun, meningkat dari 2024 yang mencapai Rp3,34 triliun.
Setelah dikurangi pajak, beban, dan biaya lainnya, laba tahun berjalan AALI pada 2025 mencapai Rp1,53 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,47 triliun.
Untuk laba per saham dasar pada 2025 mencapai Rp764,65, sedangkan pada 2024 sebesar Rp596,22.
Pada akhir 2025, AALI menegaskan komitmennya dalam transformasi digital dan inovasi riset secara terintegrasi di kebun sawit milik perseroan melalui anak usahanya, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP).
“Melalui digitalisasi, kami berupaya mengintesifikasikan lahan sekaligus memperkuat praktik perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Agro Lestari (AALI) Djap Tet Fa dalam acara Talk to The CEO di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip pada Sabtu (1/11/2025).
Salah satu inovasi teknologi utama yang menjadi bagian penting proses bisnis adalah Plantation Information Management System (PIMS), yaitu sistem manajemen kebun berbasis data digital yang dikembangkan secara internal oleh Astra Agro.
Sistem ini mendukung pengelolaan operasional perkebunan sawit secara terintegrasi, akurat, dan real-time, mencakup seluruh kegiatan dari perkebunan, transportasi hasil panen, hingga pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO).
(Febrina Ratna Iskana)