MARKET NEWS

PRDL Masuki Masa Penawaran Umum, Targetkan Dana IPO Rp62,7 Miliar

Shifa Nurhaliza Putri 01/07/2026 14:10 WIB

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memasuki masa penawaran umum dan bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

PRDL Masuki Masa Penawaran Umum, Targetkan Dana IPO Rp62,7 Miliar. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memasuki masa penawaran umum dan bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan membuka masa penawaran umum pada 1–7 Juli 2026 dengan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

"Dengan harga penawaran Rp120 per saham, PRDL berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp62,7 miliar. Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat posisi perseroan di industri alat kesehatan diagnostik nasional," ungkap Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Dr. Cristina Sandjaja, M.Kes., MM., dalam kegiatan edukasi investor Sucor Sekuritas, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan prospektus, pada harga penawaran tersebut PRDL dipasarkan dengan valuasi price to earnings ratio (PER) tahun buku 2025 sebesar 8,61 kali. Adapun saham PRDL dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.

Dari sisi industri, prospek sektor diagnostik dinilai masih terbuka lebar seiring dukungan belanja kesehatan pemerintah. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun dan menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk.

Sekadar informasi, sejumlah produk utama PRDL telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen, yang dinilai dapat meningkatkan daya saing produk lokal di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan jaringan distribusi yang telah mencakup hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk ber-TKDN tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan nasional," lanjutnya.

Menjelang pencatatan saham perdana, PRDL juga mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar atau meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih tercatat naik 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar, sementara EBITDA meningkat 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional perseroan.

"Dengan dukungan fundamental yang terus bertumbuh dan prospek industri yang masih bertumbuh, PRDL berharap dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 177,6 poin atau 3,05 persen ke level 5.643,19 pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Meski pasar saham masih bergerak fluktuatif, aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) tetap menunjukkan dinamika positif dengan enam perusahaan yang dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Juli 2026.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE