Proyeksi Sepekan: Harga Emas Berpotensi Naik Meski Sentimen Pasar Terbelah
Harga emas dunia naik pada Jumat (6/3/2026) pekan lalu usai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.
IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Jumat (6/3/2026) pekan lalu usai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan menjaga harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed)
Namun, logam mulia ini mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir seiring penguatan dolar AS menahan laju kenaikannya.
Emas spot naik 1,77 persen menjadi USD5.171,06 per troy ons pada Jumat, tetapi secara mingguan masih turun 2,06 persen.
Prospek Emas Sepekan
Survei Emas Mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih terbelah mengenai arah emas dalam jangka pendek.
Sementara itu, optimisme investor ritel kembali ke level rata-rata setelah harga emas melemah sepanjang pekan lalu.
“Saya tetap mempertahankan bias bullish meskipun pekan ini cukup berat. Level dukungan USD 5.000 pada emas spot sejauh ini bertahan dengan baik, dan menurut saya ini bisa menjadi peluang nilai yang menarik menjelang pekan ini,” ujar analis senior pasar di Forex.com, James Stanley.
Pandangan serupa disampaikan analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom.
“Naik. Akan ada aksi jual, seperti yang baru-baru ini terjadi, bahkan dalam skala yang sangat luas. Namun, hal itu tidak mengubah fakta bahwa pasar masih berada dalam tren naik jangka panjang,” tutur Newsom.
Sementara itu, presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, mengatakan pasar masih mencerna implikasi dari perang Iran.
Namun, pendorong jangka panjang yang telah mengangkat harga emas menembus USD5.000 diperkirakan kembali mendominasi dalam waktu dekat.
Pada pekan ini, sebanyak 18 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News. Setelah momentum emas melemah, hanya separuh responden Wall Street yang tetap berpandangan bullish.
Sebanyak sembilan analis atau 50 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini.
Empat analis lainnya atau 22 persen memprediksi harga turun. Sementara lima analis tersisa atau 28 persen menilai risiko kenaikan dan penurunan relatif seimbang dalam jangka pendek.
Di sisi lain, jajak pendapat daring Kitco News mencatat 340 suara dari investor ritel. Sentimen ritel kembali ke kisaran rendah 60 persen, level yang bertahan sejak aksi jual pada awal Februari.
Sebanyak 211 trader ritel atau 62 persen memperkirakan harga emas masih naik pada pekan ini. Sebanyak 56 responden atau 16 persen memprediksi harga logam mulia itu melemah.
Sementara 73 investor lainnya atau 22 persen memperkirakan harga bergerak konsolidatif.
Kalender data ekonomi pekan ini akan menampilkan sejumlah indikator penting terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta gambaran lebih mendalam mengenai sektor perumahan dan kondisi konsumen di Amerika Serikat (AS).
Pada Selasa pagi, pasar akan menerima data penjualan rumah eksisting untuk Februari. Selanjutnya pada Rabu, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari akan dirilis.
Kemudian pada Kamis, pelaku pasar akan mencermati data klaim pengangguran mingguan serta laporan housing starts dan izin mendirikan bangunan untuk Januari.
Sementara pada Jumat pagi, sejumlah data penting akan dirilis, termasuk pesanan barang tahan lama, estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, Core PCE, serta data lowongan kerja JOLTS, seluruhnya untuk periode Januari.
Selain itu, survei awal sentimen konsumen Maret dari University of Michigan juga akan dipublikasikan. (Aldo Fernando)