IDXChannel - Pelemahan tajam pasar saham Indonesia dinilai membuka peluang akumulasi bagi investor jangka menengah.
Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai sekitar 15 persen dari puncaknya dinilai lebih dipicu sentimen eksternal dibanding perubahan fundamental emiten.
Chief Strategist Officer Sucor Sekuritas Arief Putra mengatakan, dalam riset pada 6 Maret 2026, tekanan terhadap pasar muncul setelah peringatan dari MSCI, penurunan outlook sovereign, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Namun, menurut dia, guncangan semacam ini dalam sejarah pasar biasanya hanya berlangsung sementara dan justru membuka peluang masuk yang menarik.
“Dengan pemilu sela atau paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang semakin dekat, Washington kemungkinan tidak akan membiarkan konflik geopolitik berlangsung terlalu lama. Karena itu, tekanan pasar saat ini lebih bersifat sentimen,” kata Arief dalam risetnya.