Di tengah koreksi pasar tersebut, saham-saham unggulan di sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi justru mengalami penurunan tajam meskipun fundamental bisnisnya tetap kuat.
Arief menilai tiga bank terbesar Indonesia berpotensi menjadi penerima manfaat utama dari peningkatan belanja fiskal pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bahkan diperkirakan bisa melampaui 6 persen.
Meski prospek tersebut cukup solid, harga saham bank-bank besar telah turun sekitar 30-40 persen dari puncaknya. Penurunan ini membuat valuasi price-to-book (P/B) tersirat terkompresi sekitar 35-45 persen.
Sucor Sekuritas menilai koreksi tersebut tidak sebanding dengan kondisi fundamental yang relatif tetap kuat, terutama pada metrik operasional inti.
Jika sentimen pasar mulai stabil, Arief memperkirakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berpotensi memberikan total return sekitar 35-45 persen dalam 16 bulan ke depan.