MARKET NEWS

RANS Resmi Melantai di BEI, Nagita Slavina: Kreativitas Kini Jadi Aset Ekonomi

Shifa Nurhaliza Putri 10/07/2026 09:59 WIB

PT RANS Entertainment Indonesia resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

RANS Resmi Melantai di BEI, Nagita Slavina: Kreativitas Kini Jadi Aset Ekonomi. (Foto: Doc IDXC)

IDXChannel – PT RANS Entertainment Indonesia resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam sambutannya pada seremoni pencatatan saham perdana (IPO), Direktur Utama RANS Entertainment Nagita Slavina menyebut momen tersebut menjadi tonggak penting bagi industri kreatif nasional.

Menurut Nagita, pencatatan saham RANS di BEI menunjukkan bahwa kreativitas kini diakui sebagai salah satu aset ekonomi yang mampu berdiri sejajar dengan sektor-sektor strategis lainnya.

"Hari ini bukan sekadar hari ketika RANS mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya. Kreativitas adalah modal, kreativitas adalah aset, dan kreativitas dapat menjadi perusahaan publik yang dipercaya masyarakat Indonesia," ujar Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, Jumat (10/7/2026).

Nagita menegaskan, pencapaian tersebut bukan hanya milik dirinya maupun keluarganya, melainkan juga seluruh pelaku industri kreatif Indonesia.

"Hari ini bukan hanya milik saya, keluarga saya, maupun tim RANS. Hari ini juga milik seluruh kreator Indonesia, para partner yang telah percaya terhadap industri kreatif. Ini adalah bukti bahwa ide, karya, dan ketulusan para kreator memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional," katanya.

Ia menjelaskan bahwa RANS tidak hanya membangun perusahaan media, tetapi juga mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup intellectual property (IP), produk, penyelenggaraan acara, komunitas, hingga pemanfaatan teknologi.

Nagita juga menilai industri hiburan telah mengalami transformasi dan kini tidak lagi sekadar menghasilkan tontonan, tetapi menjadi salah satu penggerak ekonomi.

"Industri hiburan bukan lagi sekadar industri konten. Sebuah film dapat menghidupkan pariwisata, konser menggerakkan transportasi, perhotelan, UMKM, hingga ekonomi daerah. Entertainment kini menjadi salah satu infrastruktur ekonomi baru," ujarnya.

Karena itu, RANS memandang masa depan industri kreatif Indonesia akan semakin bertumpu pada pengembangan intellectual property dan komunitas yang mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

Nagita menegaskan, keputusan membawa RANS menjadi perusahaan publik tidak semata-mata untuk memperoleh pendanaan, melainkan juga untuk membangun tata kelola perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan investor.

"Perusahaan publik bukan hanya soal memperoleh modal. Perusahaan publik adalah tentang membangun kepercayaan, membangun tata kelola, membuka diri terhadap pengawasan, serta memastikan setiap langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemegang saham," tuturnya.

Sebelumnya, selama periode penjatahan efek terpusat (pooling allotment), investor yang memesan dengan nominal sedikitnya Rp100 juta, memperoleh 0,3 persen dari total pemesanan. Sementara investor ritel dengan nominal di bawah Rp100 juta, mendapatkan jatah antara 3-4 lot saham. RANS menerbitkan 2,52 miliar saham baru atau 20,02 persen dari total saham yang dicatatkan di BEI. Saham tersebut ditawarkan dengan harga sebesar Rp170 per saham, sehingga perseroan memperoleh dana IPO sebesar Rp429,25 miliar.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE