Rupiah Pagi Menguat Tipis ke Rp17.693 per USD, Dolar AS Melemah
Sementara itu, dolar AS masih bergerak tak menentu dan berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan pada perdagangan hari ini.
IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Senin (24/8/2026). Melansir Bloomberg, mata uang Garuda naik tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.693 per USD.
Sementara itu, dolar AS masih bergerak tak menentu dan berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan pada perdagangan hari ini. Investor mengamati Departemen Keuangan AS yang berencana meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang.
Pelaku pasar juga menunggu rincian sanksi terhadap Iran serta pidato para pejabat terkait kebijakan moneter di AS dan Jepang pekan ini.
Euro bertahan nyaman di atas level USD1,16, sementara yen tetap berada di sisi yang relatif kuat pada level 159 per USD.
Data yang dirilis Jumat menunjukkan pertumbuhan sektor jasa AS pada Agustus mencapai level terkuat dalam hampir dua tahun. Hal ini menahan aksi jual dolar dalam perdagangan awal yang relatif stabil.
Imbal hasil obligasi jangka panjang secara global terus meningkat, didorong kombinasi prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, meningkatnya ekspektasi inflasi, serta kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah.
Pekan lalu, setelah imbal hasil obligasi AS bertenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi USD4 miliar dalam setiap operasi.
Nilai tersebut memang kecil dibandingkan ukuran pasar yang mencapai USD32 triliun. Namun, sinyal bahwa pemerintah melakukan intervensi membuat pelaku pasar khawatir dan menekan dolar.
“Upaya Departemen Keuangan AS yang secara artifisial menahan imbal hasil obligasi jangka panjang tampaknya kembali menghidupkan perdagangan yang bertaruh pada pelemahan nilai dolar AS,” kata kepala strategi investasi di perusahaan jasa keuangan Australia AMP, Shane Oliver, dilansir Reuters.
Poundsterling stabil di level USD1,3650 pada perdagangan pagi, sementara yuan, yang mencatat kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut pada pekan lalu, bergerak di dekat level tertinggi dalam 3,5 tahun, yakni 6,7222 yuan per USD.
Pada Senin pukul 18.00 waktu setempat, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers setelah mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. Pasar mencermati apakah sanksi tersebut juga akan menyasar China.
Pelaku pasar juga menantikan kejelasan mengenai prospek suku bunga AS dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang akan berbicara di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat.
Warsh diperkirakan mendapat pertanyaan mengenai program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS.
(NIA DEVIYANA)