Saham Big Cap Babak Belur, Emiten Prajogo Tertekan, BBCA Merosot 3 Persen
Saham Big Cap Babak Belur, Emiten Prajogo Tertekan, BBCA Merosot 3 Persen.
IDXChannel – c dengan saham-saham big cap konglomerat dan bank besar babak belur, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ambles lebih dari 3 persen.
Saham konglomerasi Grup Barito hingga Sinarmas menjadi penekan utama.
Hingga pukul 10.02 WIB, saham Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 4,35 persen ke Rp1.100 per unit, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 4,07 persen ke Rp5.300 per unit, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 3,88 persen ke Rp4.830, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 3,76 persen ke Rp1.280.
Saham Barito lainnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 1,83 persen ke Rp805,
Dari sektor perbankan, BBCA jatuh 3,73 persen ke Rp6.450, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,56 persen ke Rp3.800, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,05 persen ke Rp3.350, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,63 persen ke Rp4.730.
Saham konglomerasi lainnya juga ikut melemah, seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinarmas yang turun 2,83 persen ke Rp60.950.
Kemudian, saham yang terafiliasi Grup Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) melemah 2,48 persen ke Rp8.850, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,47 persen ke Rp4.730, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) terkoreksi 2,27 persen ke Rp7.525.
Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah 2,04 persen ke Rp6.000 serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong turun 1,83 persen ke Rp12.100.
Koreksi saham-saham berkapitalisasi besar ini mempertegas tekanan IHSG di tengah meningkatnya sentimen risk-off global akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, yang memicu kekhawatiran stagflasi dan arus keluar dana asing dari pasar Indonesia hingga Asia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.