IDXChannel – Bursa saham Asia turun tajam pada perdagangan Senin (30/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap meluasnya konflik Timur Tengah yang memicu risiko stagflasi global.
Indeks saham Jepang memimpin pelemahan. Nikkei anjlok sekitar 4,6 persen dan sempat turun lebih dari 5 persen, menghapus seluruh kenaikan sepanjang tahun ini, sementara Topix merosot 4,5 persen.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun juga sempat menyentuh 2,39 persen, level tertinggi sejak 1999, mencerminkan meningkatnya tekanan inflasi.
Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute Shingo Ide mengatakan pasar kini tidak hanya khawatir terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi akibat konflik Timur Tengah, tetapi juga mulai mempertimbangkan risiko resesi.
"Pasar kemungkinan kini mewaspadai bukan hanya inflasi dan perlambatan ekonomi, tetapi bahkan resesi atau pertumbuhan negatif," ujar dia, seperti dikutip Reuters.