sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Anjlok, Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran Stagflasi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/03/2026 09:49 WIB
Bursa saham Asia turun tajam pada perdagangan Senin (30/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap meluasnya konflik Timur Tengah.
Bursa Asia Anjlok, Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran Stagflasi. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Anjlok, Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran Stagflasi. (Foto: Reuters)

Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama tekanan pasar setelah Brent naik sekitar 3 persen ke USD115,98 per barel dan minyak AS mencapai USD102,52 per barel.

Kepala Ekonom Global JPMorgan Bruce Kasman memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan dapat mendorong lonjakan harga energi lebih tinggi.

"Jika Selat tetap tertutup selama satu bulan tambahan, harga minyak berpotensi naik menuju USD150 per barel dan membatasi pasokan energi bagi sektor industri," ujar dia.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar bahwa konflik Timur Tengah tidak hanya memicu lonjakan harga minyak, tetapi juga meningkatkan risiko stagflasi global dan tekanan pada pasar saham Asia. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement