IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada Jumat (14/8/2026) pagi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga yang mulai mereda.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Indeks harga produsen (PPI) AS tercatat tidak berubah pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya, jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen.
Data ini melengkapi laporan indeks harga konsumen (CPI) Juli yang dirilis sebelumnya dan sama-sama menunjukkan moderasi tekanan inflasi.
Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.