IDXChannel – Pengetatan kuota produksi batu bara di Indonesia membuat akses terhadap aset tambang yang sudah beroperasi semakin strategis.
Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah transaksi terbaru yang menunjukkan tiga jalur berbeda untuk masuk atau memperkuat posisi di sektor batu bara, yakni pembelian saham minoritas, akuisisi kendali, serta penyuntikan aset ke perusahaan tercatat.
Analis Mirae Asset Sekuritas Fauzan Luthfi Djamal dalam riset yang terbit pada 28 September 2026 menilai transaksi-transaksi tersebut menunjukkan aset batu bara masih menjadi target strategis di tengah keterbatasan kuota produksi.
Namun, sejumlah ketentuan transaksi masih belum diumumkan sehingga harga dan valuasi yang beredar perlu dicermati.
Salah satu transaksi yang menjadi perhatian adalah rencana pengambilalihan 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Jhonlin Baratama milik Haji Isam.