Saham ISAT Melesat 16 Persen, AI Factory hingga Rencana Pinjaman Jumbo Disorot Pasar
Saham PT Indosat Tbk (ISAT) melonjak 16 persen pada perdagangan Jumat (7/8), di tengah perhatian pasar terhadap langkah perseroan membangun infrastruktur AI.
IDXChannel - Saham PT Indosat Tbk (ISAT) melonjak 16 persen pada perdagangan Jumat (7/8/2026), di tengah perhatian pasar terhadap langkah perseroan membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melalui platform AI Factory bersama NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo Group.
Di saat yang sama, Indosat juga dilaporkan tengah menjajaki pinjaman sekitar USD2 miliar, atau setara sekitar Rp35,79 triliun (asumsi kurs Rp17.895 per USD), untuk pengadaan chip AI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 14.18 WIB, saham ISAT melonjak 16,84 persen ke level Rp2.220 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp176,40 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 83,18 juta saham.
Mengacu pada siaran pers Nokia yang dirilis Kamis (6/8), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan Zankore by Indosat, sebuah platform yang akan membangun infrastruktur AI generasi berikutnya untuk melayani pasar global dengan Asia-Pasifik sebagai titik awal pengembangannya.
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan komputasi AI yang aman dan dapat diskalakan di kawasan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat AI regional.
Zankore menargetkan pembangunan kapasitas AI Factory hingga 1 gigawatt (GW) menggunakan arsitektur NVIDIA DSX, yang digadang-gadang menjadi salah satu platform infrastruktur AI terbesar di Asia Tenggara.
Pada tahap awal, Zankore menargetkan menghadirkan kapasitas AI sekitar 200 megawatt (MW) pada semester I-2027 dengan dukungan sistem NVIDIA GB300 NVL72.
Platform tersebut juga akan mengadopsi teknologi NVIDIA DSX MaxLPS yang mampu mengoptimalkan penggunaan daya sehingga kapasitas komputasi dapat meningkat hingga 40 persen tanpa menambah konsumsi listrik.
Sementara itu, Bloomberg pada Rabu (5/8/2026) melaporkan Indosat tengah menjajaki pinjaman sekitar USD2 miliar, atau setara sekitar Rp35,79 triliun, untuk mendanai pembelian chip AI bagi operasionalnya di Indonesia.
Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Citigroup Inc. ditunjuk sebagai pengatur (arranger) pembiayaan dan telah menghubungi sejumlah bank untuk mengukur minat mereka berpartisipasi dalam fasilitas pinjaman tersebut.
Hingga laporan diterbitkan, Indosat belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Bloomberg, sementara Citigroup menolak berkomentar.
Bloomberg menilai langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan AI di Asia.
Tidak hanya pembangunan pusat data, lembaga keuangan kini juga mulai membiayai pembelian perangkat keras seperti chip AI yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, meski tetap diiringi risiko terkait keberlanjutan investasi AI dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Berdasarkan Bloomberg Intelligence, sekitar 84 persen pendapatan Indosat masih berasal dari layanan konektivitas seluler.
Karena itu, ekspansi ke infrastruktur AI dinilai menjadi upaya perseroan mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari bisnis AI yang berkembang pesat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.