Sektor Pelayaran dan Energi hingga Logistik, Ini Struktur Kepemilikan CBRE dan TRUK
Estimasi nilai pasar kepemilikan saham dihitung berdasarkan harga saham dan jumlah saham yang tercatat, sehingga dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham.
IDXChannel – Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 9,86 persen ke level Rp1.560 per saham pada perdagangan Senin (21/9/2026) sesi I. Sementara itu, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) ditutup di level Rp765 per saham. Kepemilikan saham pada kedua emiten tersebut tercatat melibatkan Suganto Gunawan, Suminto Husin Giman, dan Suwito melalui kepemilikan langsung maupun tidak langsung.
Melalui PT Omudas Investment Holdco, Suganto dan Suminto tercatat memiliki kepemilikan pengendali di CBRE sebesar sekitar 61,13 persen. Suganto menguasai 51 persen saham Omudas, sedangkan Suminto memiliki 49 persen. Dalam jajaran manajemen CBRE, Suminto menjabat sebagai Direktur Utama dan Suganto sebagai Komisaris Utama, sementara Suwito tercatat sebagai Komisaris.
Berdasarkan harga CBRE Rp765 per saham, kepemilikan Omudas sebanyak 2,774 miliar saham memiliki nilai pasar sekitar Rp2,12 triliun. Dengan memperhitungkan porsi kepemilikan di Omudas, nilai ekonomis proporsional Suganto mencapai sekitar Rp1,08 triliun dan Suminto sekitar Rp1,04 triliun.
Selain kepemilikan di CBRE, Suganto dan Suminto tercatat memiliki keterkaitan dengan TRUK melalui PT Catur Dharma Anugrah Surya (CDAS). CDAS menguasai sekitar 20 persen saham TRUK atau 87 juta saham. Suganto dan Suminto masing-masing memiliki sekitar 5 persen saham TRUK secara langsung, sedangkan Suwito tercatat memiliki 21,75 juta saham atau sekitar 5 persen.
Dengan harga TRUK Rp1.560 per saham, kepemilikan langsung sebanyak 21,75 juta saham bernilai sekitar Rp33,93 miliar per orang. Adapun 87 juta saham TRUK milik CDAS memiliki nilai pasar sekitar Rp135,72 miliar berdasarkan harga tersebut.
Di sisi aksi korporasi, CBRE tengah melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham, dengan potensi dana maksimal sekitar Rp1,27 triliun.
Rights issue tersebut memiliki rasio 100 saham lama berbanding 260 HMETD. Sebagian besar dana direncanakan untuk mengonversi utang menjadi modal disetor dengan nilai sekitar Rp858,6 miliar. Sisa dana akan digunakan untuk kebutuhan perusahaan sesuai dengan prospektus.
Kepemilikan ketiganya mencakup emiten di sektor pelayaran dan energi melalui CBRE serta sektor transportasi dan logistik darat melalui TRUK. Estimasi nilai pasar kepemilikan saham dihitung berdasarkan harga saham dan jumlah saham yang tercatat, sehingga dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan perubahan struktur kepemilikan.
(Shifa Nurhaliza Putri)