Tambah Armada, GTSI Perkuat Ekspansi di Bisnis LNG
kinerja bisnis dari segmen jasa sewa kapal masih menjadi kontributor utama, dengan dominasi mencapai 98 persen terhadap total pendapatan Perseroan.
IDXChannel - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 32,25 persen, dari semula sebesar USD112,9 juta pada 2024 lalu, menjadi USD149,2 juta per akhir 2025.
Pertumbuhan signifikan tersebut ditopang oleh penambahan armada kapal Danaputri 1, penambahan aset tidak lancar lain untuk keperluan aktivitas docking kapal, penambahan kas dan setara kas atas pinjaman Perseroan ke institusi finansial untuk modal kerja, serta penambahan receivable dari pihak ketiga atas jasa operasi sewa kapal.
Di lain pihak, secara capaian keuangan, GTSI juga membukukan pendapatan sebesar USD34,7 juta, tumbuh sebesar 7,92 persen dibanding realisasi pendapatan di 2024 yang sebesar USD32,2 juta.
"Dengan pencapaian yang mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dan strategi ekspansi yang tepat, Perseroan semakin mengukuhkan komitmen dalam melayani distribusi pasokan energi Indonesia," ujar Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, dalam Paparan Publik (Public Expose/PE), yang digelar pasca pelaksananaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, Kamis (25/6/2026).
Menurut Yon, kinerja bisnis dari segmen jasa sewa kapal masih menjadi kontributor utama, dengan dominasi mencapai 98 persen terhadap total pendapatan Perseroan, dalam tiga tahun terakhir.
Meski demikian, Yon juga memastikan bahwa GTSI juga concern terhadap upaya ekspansi dan diversifikasi bisnis, demi memaksimalkan kinerja di masa mendatang.
"Perseroan terus memperluas jangkauan operasional dengan menambah armada serta memperkuat segmen bisnis utama, khususnya dengan penambahan armada untuk jasa sewa kapal," ujar Yon.
Tak hanya sekadar demi meningkatkan daya saing, langkah ekspansi juga disebut Yon sebagai strategi dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang dalam industri logistik maritim yang semakin menantang.
"Efisiensi operasional menjadi kunci keberhasilan kami dalam menjaga profitabilitas, yang juga didukung oleh implementasi strategi efisiensi biaya dan pengelolaan risiko yang lebih baik," ujar Yon.
Yon juga menjelaskan bahwa optimalisasi rute pelayaran, digitalisasi operasional, serta pemanfaatan teknologi dalam monitoring pengelolaan kapal menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.
Perbaikan rasio likuiditas dan solvabilitas yang dicapai pada 2025 juga menunjukkan hasil pengelolaan keuangan yang tepat dan efektif, di mana GTSI sepanjang 2025 telah mengimplementasikan komitmen keberlanjutan melalui penerapan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola Environment, Social and Gobernance/ESG).
Sejauh ini, Yon juga mengeklaim bahwa GTSI telah berhasil dalam mempertahankan penggunaan bahan bakar LNG dan LSFO untuk operasional kapal, serta mencatatkan zero oil spill sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan lingkungan.
Dari aspek sosial, Perseroan mencatatkan peningkatan durasi pelatihan sebesar 67 persen dibanding 2024, serta peningkatan jumlah SDM yang mengikuti pelatihan sebesar 42 persen.
"Sepanjang 2026, GTSI akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui rencana pengembangan proyek regasifikasi, evaluasi peluang akuisisi atau kerja sama armada LNG Carrier berkapasitas menengah dan penjajakan peluang kerja sama yang lebih luas di bidang LNG," ujar Yon.
(taufan sukma)