Valuasi Big Tech Kian Mahal, Wall Street Waspadai Sentimen AI di Awal Desember
Investor pasar modal Amerika Serikat (AS) atau Wall Street memasuki pekan pertama Desember dengan kewaspadaan.
IDXChannel - Investor pasar modal Amerika Serikat (AS) atau Wall Street memasuki pekan pertama Desember dengan kewaspadaan. Pasalnya, perkembangan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memengaruhi volatilitas saham-saham big-tech.
Sensitivitas pasar terhadap isu profitabilitas AI meningkat seiring kekhawatiran valuasi yang mulai mahal, khususnya pada saham teknologi yang menjadi motor reli sepanjang tahun.
Sepanjang pekan ini, saham-saham raksasa seperti Nvidia dan Alphabet mengalami pergerakan tajam akibat perkembangan terbaru di sektor AI.
Penurunan tajam sempat terjadi seiring kekhawatiran investor mengenai seberapa cepat investasi besar di infrastruktur AI dapat berkontribusi terhadap kinerja bottom line perusahaan.
"Investor mulai mempertimbangkan kembali seberapa cepat hal ini (return) ... dan tentunya akan berdampak pada laba bersih," kata Analis Murphy & Sylvest Wealth Management, Paul Nolte, dilansir Investing, Minggu (30/11).
Sebelumnya pasar sempat rebound dari koreksi terdalam sejak April, ditopang meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember.
Namun, analis menilai volatilitas di saham-saham teknologi masih akan membayangi arah indeks pekan depan, terutama karena isu profitabilitas AI semakin mendapat sorotan.
Chief market strategist Miller Tabak Matthew Maley menilai keraguan terkait prospek profitabilitas AI menjadi perhatian penting jelang akhir tahun.
"Narasi seputar profitabilitas AI mulai dipertanyakan,” katanya. Ia menambahkan, "Jika hal itu menjadi masalah yang lebih besar seiring berjalannya bulan Desember, itu akan menjadi masalah besar bagi pasar."
Di sisi lain, saham Alphabet menjadi pusat perhatian setelah lonjakan valuasi membawa kapitalisasi pasar induk Google ini mendekati sekitar USD4 triliun.
Penguatan itu dipicu oleh respons positif pasar terhadap model Gemini 3, yang disebut memberikan performa awal kuat di tengah persaingan AI yang semakin ketat.
Namun laporan bahwa Meta Platforms tengah mempertimbangkan pengeluaran miliaran dolar untuk membeli chip buatan Google juga sempat mengguncang saham Nvidia.
Saham Nvidia, yang selama ini menjadi ikon reli berbasis AI, kembali tertekan seiring investor menimbang dinamika baru dalam kompetisi chip AI.
Secara historis, performa indeks masih menunjukkan tren positif meskipun bergerak hati-hati. S&P 500 tercatat hanya satu persen dari rekor tertinggi akhir Oktober, sementara Nasdaq Composite berada tiga persen di bawah puncaknya. (Wahyu Dwi anggoro)