sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat, Pelaku Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga

Market news editor Dinar Fitra Maghiszha
28/11/2025 22:48 WIB
Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (29/11) waktu setempat.
Wall Street Dibuka Menguat, Pelaku Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Dibuka Menguat, Pelaku Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (29/11) waktu setempat. Gangguan teknis di platform CME Group sempat menghentikan perdagangan kontrak berjangka selama beberapa jam.

Indeks S&P 500 tercatat naik 16 poin atau 0,2 persen. Nasdaq Composite menguat 88 poin atau 0,4 persen, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 99 poin atau 0,2 persen.

Perdagangan hari ini berlangsung setelah Wall Street libur pada Kamis (27/11), karena perayaan Thanksgiving.

CME Group memastikan seluruh pasar berjangka kembali dibuka dan berfungsi normal. Dalam pernyataannya, CME menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh cooling down terhadap pusat data utama, yang berdampak pada berbagai kontrak mulai dari saham, obligasi, minyak mentah hingga emas.

Kinerja positif di awal sesi juga ditopang meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember mendatang.

The Fed diproyeksikan memangkas 25 basis poin. Peluang tersebut mencapai sekitar 85 persen berdasarkan CME FedWatch, dilansir Investing, Jumat (28/11/2025).

Meskipun beberapa pejabat The Fed menyerukan agar suku bunga tetap bertahan di kisaran 3,75 sampai 4 persen akibat minimnya data ekonomi terbaru, sebagian lainnya mendorong langkah pemangkasan untuk menopang pasar tenaga kerja

Sebagai catatan, The Fed sebelumnya memangkas suku bunga pada September dan Oktober. Sentimen juga terpacu oleh kabar bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, disebut menjadi kandidat terdepan pengganti Gubernur Fed Jerome Powell.

Pasar menilai sosok yang lebih dovish berpotensi selaras dengan dorongan Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga secara agresif.

Fokus investor kini mulai mengarah ke rilis indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), sebagai indikator inflasi favorit The Fed, yang dijadwalkan keluar 5 Desember.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement