IDXChannel - OPEC+ menyetujui kenaikan produksi minyak yang relatif kecil sebesar 206 ribu barel per hari pada Minggu (1/3/2026) di tengah eskalasi militer AS–Israel ke Iran yang mengganggu arus minyak dari anggota utama kelompok produsen tersebut di Timur Tengah.
OPEC+ memiliki sejarah meningkatkan produksi minyak untuk meredam gangguan pasokan. Namun, para analis mengatakan saat ini kelompok tersebut memiliki kapasitas cadangan yang terbatas untuk menambah pasokan, kecuali Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Meski begitu, kedua negara itu juga akan kesulitan mengekspor minyak hingga pelayaran di Teluk kembali normal.
Riyadh diketahui telah meningkatkan produksi dan ekspor minyak dalam beberapa pekan terakhir sebagai persiapan menghadapi serangan AS terhadap Iran, yang juga merupakan anggota OPEC+, menurut sumber Reuters.
Pengiriman minyak, gas, dan komoditas lainnya dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz terhenti sejak Sabtu setelah pemilik kapal menerima peringatan dari Iran bahwa wilayah tersebut ditutup untuk navigasi.
Ratusan kapal menjatuhkan jangkar dan tidak bergerak pada Minggu. Selat Hormuz adalah jalur minyak terpenting di dunia, yang menangani lebih dari 20 persen pengiriman minyak global.
OPEC+ menyatakan akan menaikkan produksi sebesar 206 ribu barel per hari mulai April mendatang. Sebelumnya, kelompok tersebut mempertimbangkan beberapa opsi kenaikan, mulai dari 137 ribu hingga 548 ribu barel per hari, menurut lima sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kenaikan yang disepakati itu setara dengan kurang dari 0,2 persen dari total pasokan global.