sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 206 Ribu Bph di Tengah Eskalasi Militer AS-Israel ke Iran 

Market news editor Nia Deviyana
01/03/2026 22:00 WIB
OPEC+ memiliki sejarah meningkatkan produksi minyak untuk meredam gangguan pasokan.
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 206 Ribu Bph di Tengah Eskalasi Militer AS-Israel ke Iran. Foto: Reuters.
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 206 Ribu Bph di Tengah Eskalasi Militer AS-Israel ke Iran. Foto: Reuters.

Peringatan Lonjakan Harga Minyak

Minyak acuan Brent melonjak pada Jumat ke level USD73 per barel, tertinggi sejak Juli, akibat kekhawatiran konflik yang lebih luas di Timur Tengah. 

Pada Minggu, harga diperdagangkan naik 8–10 persen di kisaran USD80 per barel dalam transaksi over-the-counter, menurut para trader.

"Para pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang dengan Iran dapat mendorong harga minyak melonjak di atas USD100 per barel," kata analis senior OPEC dari RBC, Helima Croft. Analis Barclays juga menyebut harga bisa mencapai USD100.

Croft mengatakan dampak pasar dari kenaikan produksi OPEC kemungkinan terbatas karena kurangnya kapasitas produksi riil di luar Arab Saudi.

Pertemuan pada Minggu tersebut hanya melibatkan delapan anggota OPEC+: Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman. 

OPEC+ terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia, namun dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar perubahan produksi dilakukan oleh delapan anggota tersebut.

Kedelapan anggota itu sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari dari April hingga Desember 2025, atau sekitar 3 persen dari permintaan global, sebelum menghentikan kenaikan untuk Januari hingga Maret 2026 karena melemahnya permintaan musiman.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement