IDXChannel - Eskalasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran berpotensi mengerek harga minyak dunia dan berdampak luas terhadap perekonomian, termasuk Indonesia.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman menilai risiko utama dari konflik tiga negara ini adalah terganggunya pasokan minyak global.
Pasalnya, Iran berada di kawasan Teluk Persia dan dekat dengan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
"Yang pasti konflik ini, risiko gangguan pasokan minyak yang paling penting. Bahkan Iran ini kan berada di Teluk Persia dan dekat Selat Hormuz, yaitu Selat di mana jalur seperlima perdagangan minyak dunia. Jadi, resikonya tentu harga minyak akan naik," kata Rizal saat ditemui, Minggu (1/3/2026).
Dia menilai, kenaikan harga minyak sangat mungkin terjadi bukan semata-mata karena pasokan sudah terhenti, melainkan akibat meningkatnya faktor ketidakpastian atau risk premium di pasar global. Rizal juga mewanti dampaknya terhadap Indonesia.