sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Serangan AS-Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Global, Ribuan Flight Dibatalkan

News editor Shifa Nurhaliza Putri
01/03/2026 14:25 WIB
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu gangguan besar pada lalu lintas penerbangan internasional.
Serangan AS-Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Global, Ribuan Flight Dibatalkan. (Foto: Ilustrasi)
Serangan AS-Israel ke Iran Lumpuhkan Penerbangan Global, Ribuan Flight Dibatalkan. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu gangguan besar pada lalu lintas penerbangan internasional. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah membuat ratusan ribu penumpang terlantar dan memaksa maskapai membatalkan serta mengalihkan ribuan penerbangan lintas benua.

Sejumlah negara di kawasan, termasuk Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, dan Bahrain, menutup wilayah udaranya. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 juga mencatat tidak adanya aktivitas penerbangan di atas Uni Emirat Arab (UEA) setelah pemerintah setempat mengumumkan penutupan wilayah udara secara sementara dan parsial.

Kondisi tersebut menyebabkan operasional tiga bandara hub utama yakni Dubai, Abu Dhabi, dan Doha terhenti. Lebih dari 1.000 penerbangan maskapai besar Timur Tengah terpaksa dibatalkan. Maskapai Emirates, Qatar Airways, dan Etihad yang beroperasi di bandara-bandara tersebut biasanya melayani sekitar 90.000 penumpang per hari, menurut data perusahaan analitik penerbangan Cirium. Dubai International Airport sendiri merupakan bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional.

Bandara Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran

Sejumlah bandara utama di kawasan juga dilaporkan terdampak serangan balasan Iran. Bandara Internasional Dubai serta hotel ikonik Burj Al Arab mengalami kerusakan, dengan empat orang dilaporkan terluka. Sementara itu, Abu Dhabi Airports sempat menyampaikan adanya insiden di Bandara Internasional Zayed yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka, meski pernyataan tersebut kemudian dihapus.

“Bagi para pelancong, tidak ada cara untuk memperhalus situasi ini,” ujar analis industri penerbangan dan Presiden Atmosphere Research Group, Henry Harteveldt. Ia memperkirakan keterlambatan dan pembatalan penerbangan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement