IDXChannel - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran komersial. Sementara militer AS memastikan kebebasan navigasi meskipun Iran menyatakan telah menutup jalur transit minyak tersebut setelah terjadi serangan baru.
Dilansir dari laman Investing Senin (13/7/2026),
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Selat Hormuz terbuka untuk lalu lintas komersial.
"Pasukan AS ditempatkan dan siap untuk memastikan bahwa kebebasan navigasi tetap tersedia meskipun ada agresi, pelecehan, ancaman, dan deklarasi sewenang-wenang Iran yang tidak beralasan. Iran tidak mengendalikan selat tersebut. Lalu lintas mengalir," kata Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X.
Komentar tersebut muncul setelah pasukan AS menyerang sekitar 140 target militer Iran pada hari Sabtu sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus M/V GFS Galaxy. Iran pun membalas dengan serangan yang menargetkan fasilitas militer AS dan sekutu di seluruh Teluk, sementara Uni Emirat Arab mengatakan telah mencegat rudal dan drone Iran.
Iran menanggapi dengan mengumumkan serangan terhadap target militer di seluruh Teluk. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone di pangkalan militer di Yordania, menyerang lokasi radar militer AS di Kuwait, serta menyerang platform pendukung dan pengisian bahan bakar kapal induk di Oman, dan menghantam pusat perawatan jet tempur dan fasilitas komando di Qatar.