IRGC juga mengatakan telah melumpuhkan kapal kedua di Selat Hormuz. Sementara itu, Uni Emirat Arab mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat rudal dan drone Iran, sedangkan sirene peringatan berbunyi di Bahrain dan ledakan dilaporkan terjadi di Doha.
Aksi militer terbaru ini terjadi beberapa jam setelah Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut" setelah kapal-kapal mencoba melintasi jalur yang mereka sebut sebagai jalur tidak sah.
Di sisi lain, IRGC juga memperingatkan bahwa jalur air tersebut akan tetap ditutup sampai berakhirnya campur tangan AS di wilayah ini dan mengatakan bahwa setiap pembalasan akan ditanggapi dengan "tanggapan yang keras."
“Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sebuah unggahan di X.
Upaya diplomatik terus berlanjut di balik layar, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi di Muscat untuk membahas mekanisme untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. Oman mengatakan negosiasi akan berlanjut baik di tingkat politik maupun teknis.