IDXChannel - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat stabil terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis (9/7/2026) karena serangan baru oleh AS dan Iran menghidupkan kembali permintaan aset aman atau safe haven.
Di sisi lain, memanasnya konflik kedua negara mendorong lonjakan harga minyak hingga meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga, sehingga yen Jepang tetap berada di bawah tekanan.
Dolar AS diperdagangkan pada 162,425 yen, mendekati level terkuat dalam seminggu. Euro dan poundsterling Inggris sebagian besar datar dan diperdagangkan masing-masing pada USD1,1426 dan USD1,3396.
Dolar Selandia Baru tetap diminati setelah kenaikan suku bunga sehari sebelumnya dan sikap hawkish bank sentral, memperpanjang kenaikannya sebesar 0,5 persen menjadi USD0,5725. Dolar Australia bertambah 0,1 persen menjadi USD0,6937.
Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, sedikit berubah pada 100,96.