sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dolar AS Dekati Level Terkuat Sepekan di Tengah Serangan Baru Terhadap Iran

Market news editor Febrina Ratna Iskana
09/07/2026 13:25 WIB
Dolar AS bergerak menguat stabil terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis (9/7/2026) karena serangan baru oleh AS dan Iran picu permintaan safe haven.
Dolar AS Dekati Level Terkuat Sepekan di Tengah Serangan Baru Terhadap Iran. (Foto: iNews Media Group)
Dolar AS Dekati Level Terkuat Sepekan di Tengah Serangan Baru Terhadap Iran. (Foto: iNews Media Group)

"Ketegangan di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global dan memicu kembali premi risiko perang pada harga aset," kata analis pasar keuangan senior di Capital.com, Kyle Rodda, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (9/7/2026).

Efek sekunder yang paling signifikan dari lonjakan harga minyak adalah dampaknya terhadap inflasi dan suku bunga global. "Lonjakan harga minyak dapat mempercepat waktu kenaikan suku bunga Fed," kata Rodda.

Militer AS mengatakan telah melancarkan serangkaian serangan baru terhadap Iran beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah "berakhir", yang menyebabkan harga minyak melonjak tajam.

Hal itu memberi investor "peringatan" tentang bagaimana harga energi dapat memicu tekanan inflasi, mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun dan 30 tahun ke level tertinggi tujuh minggu karena pasar memperkirakan risiko kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Menambah tekanan, risalah FOMC pada Juni, yang pertama di bawah Ketua Kevin Warsh, juga menunjukkan perpecahan yang cenderung hawkish karena kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi meningkat. Pasar telah meningkatkan probabilitas tersirat kenaikan suku bunga tahun ini menjadi sekitar 87 persen, menurut CME FedWatch.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement