sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Negara Penghasil Minyak di Timur Tengah Khawatir Imbas Serangan AS dan Israel ke Iran

News editor Kunthi Fahmar Sandy
01/03/2026 06:40 WIB
Beberapa perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan terkemuka menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz karena serangan
Negara Penghasil Minyak di Timur Tengah Khawatir Imbas Serangan AS dan Israel ke Iran (FOTO:Dok laman investing)
Negara Penghasil Minyak di Timur Tengah Khawatir Imbas Serangan AS dan Israel ke Iran (FOTO:Dok laman investing)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu. Dilansir dari laman Investing Minggu (1/3/2026), serangan tersebut membuat negara-negara Arab Teluk penghasil minyak di sekitarnya waspada karena kekhawatiran akan eskalasi meningkat.

Beberapa perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan terkemuka menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz karena serangan tersebut.

"Infrastruktur alternatif di Timur Tengah dapat digunakan untuk menghindari aliran melalui Selat, tetapi dampaknya berupa kerugian sebesar 8-10 juta barel per hari pasokan minyak mentah," kata Wakil Presiden Senior dan Kepala Analisis Geopolitikdi Rystad Energy Jorge Leon.

Dia menuturkan, negara-negara dengan cadangan minyak strategis mungkin akan mengambil tindakan jika gangguan di Selat Hormuz berisiko meluas. "Kecuali sinyal de-eskalasi muncul dengan cepat, kami memperkirakan kenaikan harga minyak yang signifikan di awal minggu," tuturnya.

Harga minyak akan naik tajam saat pasar dibuka. Jika konflik berlanjut hingga hari Minggu, harga minyak kemungkinan akan merespons dengan meningkat USD5-10 di atas harga dasar saat ini USD73, berdasarkan klaim Iran telah menutup Selat Hormuz dan gangguan lalu lintas kapal tanker.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement