Di sisi lain, pasar minyak mungkin harus menghadapi kenyataan terburuk pada hari Senin di mana Brent diperkirakan bisa mencapai USD100 per barel, karena pasar bergulat dengan ancaman potensi gangguan pasokan di tengah situasi keamanan yang memburuk di Timur Tengah.
Kepala Riset Makro, Asia Vishnu Varathan menuturkan, harga minyak kemungkinan akan tetap tinggi karena produksi dan jalur pelayaran rentan terhadap serangan dan gangguan. OPEC mungkin berada di bawah tekanan untuk meningkatkan produksi guna mencoba mengimbangi hal tersebut.
(kunthi fahmar sandy)