sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Variatif, Kinerja Gemilang Nvidia Gagal Dongkrak S&P 500

Market news editor Nia Deviyana
26/02/2026 22:20 WIB
Wall Street dibuka bervariasi dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (26/2/2026).
Wall Street Dibuka Variatif, Kinerja Gemilang Nvidia Gagal Dongkrak S&P 500. Foto: iNews Media Group.
Wall Street Dibuka Variatif, Kinerja Gemilang Nvidia Gagal Dongkrak S&P 500. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wall Street dibuka bervariasi dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (26/2/2026). Laporan laba dari Nvidia mendapat respons yang relatif dingin dari pasar. 

Sementara itu, saham-saham teknologi secara luas melemah karena investor menilai risiko terhadap perdagangan berbasis AI.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 62,4 poin atau 0,13 persen ke level 49.544,58 saat pembukaan. S&P 500 turun 1,4 poin atau 0,02 persen ke 6.944,74, sedangkan Nasdaq Composite merosot 51,5 poin atau 0,22 persen ke 23.100,583 pada bel pembukaan.

Nvidia, yang chip-nya berkontribusi mendorong ledakan AI, kembali melaporkan pertumbuhan laba kuartalan besar yang melampaui ekspektasi analis. Perusahaan juga memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan yang kembali melampaui perkiraan Wall Street.

Namun, kinerja spektakuler itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Nvidia, sehingga kali ini gagal mengesankan investor. Sahamnya justru turun 2,4 persen.

"Pelanggan kami berlomba untuk berinvestasi dalam komputasi AI, pabrik yang menggerakkan revolusi industri AI dan pertumbuhan masa depan mereka," kata CEO Nvidia Jensen Huang.

Meski demikian, kekhawatiran mulai meningkat bahwa perusahaan-perusahaan pada akhirnya akan mengurangi belanja untuk chip Nvidia dan investasi AI lainnya, di tengah keraguan apakah mereka benar-benar bisa mengembalikan miliaran dolar investasi tersebut lewat peningkatan produktivitas di masa depan.

Nvidia merupakan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di AS, sehingga pergerakannya memiliki pengaruh lebih besar terhadap arah S&P 500 dibanding saham lainnya. 

Adapun Salesforce, sahamnya naik 1,4 persen setelah juga melaporkan laba kuartalan lebih kuat dari perkiraan analis.

Kenaikan ini menjadi angin segar bagi saham tersebut, yang masih turun hampir 27 persen sejak awal tahun. Sahamnya sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran bahwa pesaing berbasis AI dapat menggerus bisnisnya.

Tak hanya sektor perangkat lunak, saham perusahaan di industri lain seperti logistik truk dan jasa keuangan juga mengalami tekanan tajam dari investor yang khawatir bisnis mereka bisa kalah saing atau bahkan menjadi usang akibat AI.

Salesforce sendiri menggunakan AI dalam platformnya yang membantu pelanggan mengelola hubungan dengan klien mereka. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement