IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), terbebani penurunan saham-saham semikonduktor setelah reli panjang yang mendorong pasar ke rekor tertinggi. Sentimen negatif juga datang dari data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan sehingga memicu kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS.
Data nonfarm payrolls menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja pada Mei 2026, meningkat dari 115.000 pada April dan jauh di atas proyeksi ekonom yang memperkirakan hanya ada penambahan 85.000 pekerjaan baru. Kondisi itu mendorong pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve sebelum akhir tahun semakin besar.
Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 98 persen bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Angka itu melonjak dari sekitar 60 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek menilai kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meski tidak berada dalam kondisi sangat kuat. Dia mengatakan pasar juga membutuhkan jeda setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir.
"Anda tidak melihat pasar tenaga kerja yang luar biasa kuat, tetapi juga tidak melihat pasar tenaga kerja yang benar-benar runtuh. Pasar juga sehat jika sesekali mengalami koreksi dan memperlambat laju kenaikannya," ujarnya dikutip dari Reuters.