Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Saham NVIDIA turun 2,5 persen, sementara saham Intel, Micron Technology, Advanced Micro Devices, dan Broadcom merosot antara 4,2 persen hingga 6,2 persen. Indeks sektor teknologi turun 2,5 persen untuk hari ketiga berturut-turut, sedangkan indeks Philadelphia Semiconductor anjlok lebih dari 5 persen.
Pada pukul 09.43 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,36 poin atau 0,25 persen ke level 51.433,57. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 64,63 poin atau 0,85 persen menjadi 7.519,68 dan Nasdaq Composite terkoreksi 374,02 poin atau 1,39 persen ke posisi 26.456,94.
Jika pelemahan bertahan hingga penutupan perdagangan, S&P 500 akan mencatat penurunan mingguan pertama sejak April. Di sisi lain, Dow Jones masih berpeluang membukukan kenaikan mingguan untuk tiga pekan berturut-turut.
Di tengah gejolak pasar, Citigroup memangkas eksposur saham setelah reli yang kuat. Bank tersebut menyoroti risiko inflasi dan posisi investor yang semakin padat, meski tetap mempertahankan pandangan positif terhadap saham AS dalam jangka panjang berkat pertumbuhan laba yang ditopang tren kecerdasan buatan (AI).
Dari pergerakan saham individual, saham Lululemon Athletica anjlok 8 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi laba tahunan. Sebaliknya, saham Cooper Companies melonjak 6,4 persen usai membukukan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, keputusan S&P Global untuk tidak mengubah persyaratan indeks utama membuat peluang masuknya SpaceX ke indeks S&P 500 setelah IPO menjadi semakin kecil.
(Rahmat Fiansyah)