IDXChannel - Wall Street pekan depan akan diuji sinyal terkait profitabilitas perusahaan kecerdasan buatan (AI) serta kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih luas seiring dibukanya data ekonomi yang sempat tertunda.
Saham-saham AS bangkit kembali pekan ini setelah koreksi terbesar sejak April, didorong keyakinan yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember.
Namun, beberapa saham berkapitalisasi besar masih bergejolak. Pergerakan besar pada Nvidia dan Alphabet, misalnya, dipicu oleh perkembangan di sektor AI.
Para investor menilai pasar masih akan tetap sensitif, terutama setelah kekhawatiran valuasi yang sudah terlalu tinggi dan mulai meredam reli yang mendorong kenaikan saham sepanjang tahun ini.
"Narasi mengenai profitabilitas AI mulai dipertanyakan. Jika isu ini membesar memasuki Desember, itu bisa menjadi masalah besar bagi pasar," ujar kepala strategi pasar di Miller Tabak, Matthew Maley, dilansir Investing, Minggu (30/11/2025).
Indeks acuan S&P 500 telah naik sekitar 16 persen sepanjang 2025, memasuki periode akhir tahun yang biasanya kuat. Desember merupakan bulan dengan performa terbaik ketiga bagi indeks tersebut, dengan rata-rata kenaikan 1,43 persen sejak 1950, menurut Stock Trader’s Almanac.