Wall Street Dibuka Menguat Usai Harga Minyak Mereda
Harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS bulan depan.
IDXChannel - Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026) seiring penurunan harga minyak setelah kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah mereda. Namun, saham-saham telekomunikasi masih tertekan setelah akuisisi spektrum oleh SpaceX memicu kekhawatiran persaingan di sektor tersebut.
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 136,24 poin atau 0,27 persen ke level 51.367,88. Indeks S&P 500 menguat 25,23 poin atau 0,32 persen ke level 7.790,59, sedangkan Nasdaq Composite naik 130,99 poin atau 0,48 persen ke level 27.324,33.
Harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS bulan depan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.
Harga minyak mentah Brent turun sekitar 1 persen, tetapi masih diperdagangkan di atas USD100 per barel.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak lebih stabil. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun sebagai acuan bertahan di level 5,25 persen, tetapi masih berada di dekat level tertinggi dalam 24 tahun sebesar 5,364 persen yang tercatat pada Rabu.
Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi menuju kenaikan mingguan, meskipun terkoreksi dalam dua sesi sebelumnya. Optimisme terhadap musim laporan keuangan kuartal III yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mendorong kedua indeks tersebut mencetak rekor tertinggi pada awal pekan ini.
Indeks saham unggulan Dow Jones juga berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan tipis. Sementara itu, indeks S&P 500 berbobot sama (equal-weighted S&P 500) berpeluang mengakhiri tren penurunan selama tujuh pekan berturut-turut.
Saham-saham perusahaan berkapitalisasi pasar jumbo yang berorientasi pada pertumbuhan secara umum menguat. Saham Tesla naik 1,8 persen, Nvidia menguat 1,5 persen, dan Microsoft naik 1,2 persen.
Saham-saham semikonduktor secara umum menguat sehari setelah anjlok tajam menyusul laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI yang disetahunkan (annualized revenue) mencapai USD20 miliar, lebih rendah daripada ekspektasi sebelumnya.
Sebanyak 10 dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 menguat. Sektor properti dan barang konsumsi nonprimer (consumer discretionary) memimpin kenaikan, masing-masing naik sekitar 1 persen.
Musim laporan keuangan kuartalan akan semakin ramai pada pekan depan dengan sejumlah bank besar dijadwalkan merilis kinerja. Optimisme terhadap kuatnya kinerja laba perusahaan terus menopang saham-saham AS di tengah kekhawatiran geopolitik dan suku bunga.
"Bank-bank merupakan indikator yang baik untuk mengetahui apakah masyarakat masih meminjam dan bagaimana situasinya saat ini. Hal itu juga akan memberi kita data mengenai langkah yang mungkin atau tidak mungkin diambil oleh The Fed," kata kepala investasi di Bokeh Capital Partners, Kim Forrest.
Di antara saham yang bergerak signifikan, Humana melonjak 16,6 persen setelah data pemerintah AS menunjukkan bahwa 95 persen anggota perusahaan asuransi kesehatan tersebut terdaftar dalam program Medicare Advantage dengan peringkat bintang empat atau lebih tinggi untuk 2027.
Saham Apple turun 2,2 persen setelah sebuah laporan media menyebutkan bahwa produsen iPhone tersebut meminta sejumlah pemasok memangkas produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang baru diluncurkan.
Kenaikan tajam biaya cip memori dan harga jual produk disebut menekan permintaan konsumen.
Saham Delta Air Lines merosot 3 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi laba tahunannya hampir seperempat pada titik tengah kisaran perkiraan.
(NIA DEVIYANA)