IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 5-9 Oktober 2026 diproyeksi memasuki area krusial 6.000.
Investor akan mencermati kemampuan indeks bertahan di level tersebut di tengah tekanan dari tingginya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat dan arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menilai, tren jangka pendek IHSG masih bearish. Setelah gagal mempertahankan area 6.700-an, IHSG membentuk rangkaian lower high dan lower low hingga kembali menguji level psikologis 6.000.
Level 6.000 menjadi psychological support sekaligus level kunci bagi pergerakan IHSG pekan ini. Meskipun indeks sempat menembus level tersebut secara intraday, penutupan di atas 6.000 menunjukkan breakdown belum terkonfirmasi.
Selama IHSG mampu bertahan di area 6.000, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka. Secara price action, kondisi tersebut juga dapat menjadi fase awal pembentukan short-term bottom.