Investor akan mencari petunjuk mengenai bagaimana bank sentral AS menimbang pelemahan pasar tenaga kerja dengan risiko inflasi yang masih tinggi, termasuk akibat harga energi.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting setelah data payrolls AS September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah konsensus sekitar 90.000. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3 persen.
Data tersebut langsung menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Namun, tekanan terhadap pasar belum sepenuhnya mereda karena yield US Treasury 10 tahun sempat menembus 5,34 persen, level tertinggi sejak 2002.
FOMC Minutes akan memberikan gambaran mengenai perdebatan internal The Fed setelah menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada September.
Meskipun 16 dari 18 pembuat kebijakan sebelumnya memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga lagi hingga akhir 2026, investor kini mencermati apakah pelemahan pasar tenaga kerja akan mengubah pandangan tersebut.