MILENOMIC

Inilah Metode Pembayaran LRT Jabodebek

Mohammad Yan Yusuf 29/08/2023 10:22 WIB

Bagaimana metode pembayaran LRT Jabodebek? Lewat artikel ini kami akan memaparkan bagaimana langkahnya. 

Inilah Metode Pembayaran LRT Jabodebek. (FOTO : MNC MEDIA)

IDXChannel - Bagaimana metode pembayaran LRT Jabodebek? Lewat artikel ini kami akan memaparkan bagaimana langkahnya. 

LRT sendiri mulai Senin 28 Agustus 2023 resmi beroperasi usai disahkan oleh Presiden Jokowi. Tentunya ini akan menjadi kemudahan dalam mobilitas masyarakat, khususnya dari kota penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya. 

Namun terlepas itu, Anda perlu mengetahui metode pembayaran LRT Jabodebek. Apa saja langkah dan bagaimana metodenya? Simak penjelasan yang dihimpun IDX Channel dari rilis resmi PT KAI. 

Metode Pembayaran LRT Jabodebek

Vice Pesiden PT KAI, Joni Martinus dalam Siaran Pers pada 3 Juni 2022 lalu mengungkapkan bila LRT Jabodebek akan menerapkan sistem pembayaran cashless guna mendukung Gerakan Nasional Non Tunai. Pelanggan dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik Transportasi, Kartu Uang Elektronik Perbankan, dan berbagai jenis Dompet Digital.

“KAI akan melakukan integrasi ticketing system secara menyeluruh dimana semua kartu uang elektronik transportasi, kartu uang elektronik perbankan, dan dompet digital yang ada akan dapat digunakan untuk naik LRT Jabodebek,” kata Joni.

Saat ini, Kartu Uang Elektronik Transportasi yang akan diterapkan yakni Kartu Multi Trip (KMT) milik KAI Commuter. KMT dapat digunakan untuk naik angkutan KA pada berbagai layanan KAI Group seperti KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, dan KA Bandara Soekarno-Hatta. 

Sejak akhir 2021 pula, KMT juga sudah dapat digunakan untuk naik moda transportasi umum lainnya yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Bus Transjakarta.

Jika pelanggan menggunakan kartu uang elektronik, maka alur pembayaran LRT Jabodebek yaitu pelanggan terlebih dahulu melakukan Tap In di stasiun keberangkatan untuk cek validasi kartu dan cek saldo, dan tulis area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Setibanya di stasiun tujuan, pelanggan melakukan Tap Out dan saldo kartu uang elektroniknya otomatis terpotong.

 Sedangkan jika pelanggan membayar dompet digital, pelanggan melakukan Tap In untuk cek validasi QR pembayaran, cek saldo, potong saldo untuk tarif terjauh, dan tulis area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Setibanya di stasiun tujuan, pelanggan melakukan Tap Out untuk membaca QR dan saldo akan dikembalikan jika terdapat selisih.

"Keunggulan uang elektronik atau dompet digital sebagai alat pembayaran yaitu lebih praktis, aman, dan dapat digunakan untuk berbagai fungsi. Sehingga nantinya pelanggan LRT Jabodebek memiliki banyak pilihan untuk melakukan pembayaran tiket,” kata Joni.

Inilah Metode Pembayaran LRT Jabodebek. (FOTO : MNC MEDIA)

Tarif LRT

Saat ini, tarif LRT masih disubsidi Pemerintah. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan bahwa pengguna akan mendapatkan diskon tarif berupa 78 persen dan diwujudkan dalam tarif flat sebesar Rp5.000 untuk seluruh lintas pelayanan. Tarif promo ini berlaku sejak diresmikan hingga akhir September 2023. 

Sementara itu, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik, tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp5.000 untuk 1 km pertama, dan mengalami penambahan sebesar Rp700 per km selanjutnya. 

18 Stasiun

Terdapat 18 stasiun yang akan melayani pelanggan LRT Jabodebek, di antaranya Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.

Selain itu, Stasiun LRT terdiri atas dua tipe, yakni tipe Interchange Station dan Typical Station. Stasiun Cawang merupakan Interchange Station dikarenakan merupakan stasiun persimpangan atau stasiun transit. 

Sementara itu, 17 stasiun sisanya merupakan Typical Station. Perbedaan dari tipe stasiun ini adalah jumlah jalur, luas stasiun, dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya. 

Interchange Station terdiri atas 3 lantai di mana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial. Sedangkan untuk Typical Station terdiri atas 2 lantai, dimana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.

Itulah penjelasan metode pembayaran LRT Jabodebek. Semoga informasi ini berguna bagi Anda. (MYY)

SHARE