AirAsia Siapkan Kebijakan Khusus Refund hingga Ubah Rute Imbas Erupsi Anak Krakatau
AirAsia memberikan opsi pengembalian dana secara utuh, konversi saldo akun keanggotaan, hingga pengalihan jadwal maupun destinasi penerbangan domestik.
IDXChannel - Maskapai penerbangan AirAsia memberlakukan kebijakan penyesuaian layanan (Service Recovery Options/SRO) bagi para penumpang menyusul pembatalan dan penjadwalan ulang sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta (CGK) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung dinilai berpotensi membahayakan sistem aviasi dan keselamatan operasional pesawat di sekitar ruang udara Banten dan Jakarta. Merespons kondisi kahar tersebut, manajemen AirAsia melakukan evaluasi rute penerbangan dan penataan ulang jadwal secara berkala demi menghindari koridor udara yang terpapar abu.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung menyebabkan penyebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan, sehingga sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta dibatalkan atau dijadwalkan ulang. AirAsia juga melakukan penyesuaian operasional terhadap rute lain yang berpotensi terdampak oleh abu vulkanik," ujar Corporate Communications Assistant Manager AirAsia Friscillia Saputra dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Untuk memberikan kepastian bagi pelanggan yang perjalanannya terganggu, maskapai menyodorkan sejumlah opsi pemulihan layanan tanpa pengenaan biaya tambahan. Fasilitas kompensasi ini mencakup pengembalian dana secara utuh, konversi saldo akun keanggotaan, hingga pengalihan jadwal maupun destinasi penerbangan domestik.
"Kami menyediakan Service Recovery Options berupa pengembalian dana penuh ke metode pembayaran awal, credit account yang berlaku selama 730 hari, atau satu kali perubahan jadwal penerbangan tanpa biaya dalam waktu 30 hari. Penumpang juga dapat memilih perubahan rute ke destinasi tertentu di Indonesia dalam jaringan AirAsia dengan batas waktu perjalanan maksimal 30 hari tergantung ketersediaan kursi," kata Friscillia.
AirAsia memastikan proses pemberitahuan status penerbangan dan opsi perjalanan lanjutan telah disampaikan secara langsung kepada seluruh calon penumpang guna membantu mereka terbang aman dengan armada berikutnya yang tersedia.
Mengingat dinamika sebaran debu vulkanis masih terus berkembang, masyarakat diimbau untuk proaktif memantau kepastian jadwal sebelum bertolak menuju bandara keberangkatan.
"Kami terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menyarankan penumpang memeriksa status penerbangan terkini melalui airasia.com/flightstatus sebelum berangkat. Informasi berkala mengenai operasional juga dapat diakses lewat akun resmi X @airasia, Instagram @flyairasia, atau melalui layanan pelanggan AskBo," urai manajemen. (Febrina Ratan Iskana)