IDXChannel - Maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier/LCC), AirAsia fokus menggarap pasar Asia Tenggara atau ASEAN. Langkah ini dilakukan di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang tak menentu, sehingga berdampak pada permintaan perjalanan udara.
AirAsia berupaya memaksimalkan ceruk pasar kawasan Asia Tenggara sebagai satu di antara pasar utama pendulang pendapatan. Selain itu, maskapai terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup dan menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026.
AirAsia yang berkembang menjadi penyedia platform perjalanan dan gaya hidup digital itu saat ini melayani lebih dari 150 destinasi di Asia, Eropa, dan Timur Tengah (Timteng).
Group CEO AirAsia, Bo Lingam mengatakan, periode beberapa bulan terakhir menjadi momentum penting bagi AirAsia untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan ketahanan operasional.
"Kami tetap fokus memperkuat operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi berbasis AI dan data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif. Hasilnya, AirAsia kini menjadi organisasi yang lebih tangguh, lincah, dan siap menghadapi peluang pertumbuhan di masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).