Ingatkan Potensi Leptospirosis, Kemenkes Imbau Anak-Anak Tidak Main Air Hujan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit leptospirosis atau kencing tikus di tengah musim penghujan.
IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit leptospirosis atau kencing tikus di tengah musim penghujan.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengimbau orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya agar tidak bermain hujan, khususnya di kubangan untuk menghindari infeksi penyakit leptospirosis..
"Pastikan ini musim hujan untuk berhati- hati, jangan biarkan anak-anak mandi digenangan hujan, dan kalau demam segera periksa ke faskes, juga pastikan rumah dan peralatan bersih dari tikus," ujar dr Nadia kepada MNC Portal, Rabu (1/3/2023).
Nadia menerangkan penyakit leptospirosis bisa dialami siapapun saat musim penghujan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.
Lebih lanjut, dr Nadia mengatakan perlu adanya edukasi untuk masyarakat terkait leptospirosis. Berdasarkan data Jawa Tengah memiliki jumlah tertinggi sampai 111 kasus dengan angka kematian 18 kasus.
Maka perlu jadi perhatian masyarakat dan seluruh pihak. "Jadi edukasi megingatkan potensi penyakit leptospirosis saat musim hujan muncul atau saat terjadi banjir," jelas dr Nadia.
"Jawa Tengah ada 111 kasus dan 18 meninggal, Jawa Barat 9 kasus dan meninggal 2, DIY ada 86 kasus dan 12 kematian, serta Sulawesi Selatan (Sulsel) kasus 4 kematian 0. DKI belum ada sampai saat ini, karena ini berdasarkan laporan dari Provinsi saja," paparnya.
Leptospirosis biasanya menyebabkan gejala seperti flu ringan, seperti sakit kepala dan kedinginan. Namun jika bakteri menginfeksi beberapa organ tertentu, bisa menyebabkan reaksi lebih parah yaitu kematian. Organ-organ tersebut antara lain: hati, ginjal, paru-paru, jantung, dan otak.
"Reaksi ini dikenal sebagai penyakit Weil. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian," demikian dilansir Healthline. (NIA)