Kasus Virus Hanta Terdeteksi di Jakarta, Kemenkes Pantau Seluruh Kontak Erat Selama 14 Hari
Kasus Virus Hanta dikabarkan telah terdeteksi di DKI Jakarta. Kemenkes langsung melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kontak erat selama 14 hari.
IDXChannel - Kasus Virus Hanta dikabarkan telah terdeteksi di DKI Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa kasus Virus Hanta yang ditemukan di DKI Jakarta masih dalam kondisi terkendali.
Pemerintah juga telah melakukan penanganan dan pemantauan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Menteri Kesehatan(Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan seluruh kontak erat pasien kini sedang menjalani pemantauan kesehatan selama 14 hari.
"Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Menkes dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap aman dan tidak mengalami gejala lanjutan. Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyebaran lebih lanjut dari kasus yang ada.
Menkes menjelaskan, kasus yang sedang ditangani berasal dari kontak erat seorang WNA yang sempat berada di kapal luar negeri. Pemerintah bergerak cepat setelah menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026.
Kemudian pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan terhadap seluruh kontak erat menunjukkan hasil negatif.
Namun, pasien tetap diisolasi guna melewati masa inkubasi. Pemerintah menetapkan masa pemantauan selama dua minggu terhitung sejak 8 Mei 2026.
Kemenkes bersama Dinas Kesehatan juga melakukan investigasi epidemiologi. Pihaknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber paparan dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait pemantauan kasus. Sementara itu, Kemenkes menjelaskan Virus Hanta biasanya ditularkan melalui tikus, terutama dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Virus dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup partikel yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus liar.
Selain itu, meski kasus Virus Hanta menjadi perhatian publik, Kemenkes meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan pemantauan dan pengendalian kasus terus dilakukan agar situasi tetap terkendali.
(Febrina Ratna Iskana)