Kemenhub Bakal Bagi Tanggung Jawab Driver Ojol dan Aplikator dalam Revisi UU LLAJ
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal memperkuat pengaturan transportasi berbasis digital.
IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal memperkuat pengaturan transportasi berbasis digital dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Salah satu yang menjadi perhatian adalah kejelasan tanggung jawab antara pengemudi ojek online (ojol), pelaku usaha, hingga aplikator.
Pengaturan tersebut masuk dalam substansi yang didorong Kemenhub dalam penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas UU LLAJ.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan perkembangan transportasi digital membuat pemerintah perlu memperjelas pengaturan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem tersebut, terutama terkait aspek keselamatan.
"Realitanya saat ini transportasi berbasis digital sudah berkembang dan tugas pemerintah untuk mengaturnya terutama terkait keselamatannya dengan melibatkan semua pihak yang berperan dalam ekosistem transportasi digital," ujar Aan dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, revisi regulasi diperlukan agar tanggung jawab dalam penyelenggaraan transportasi digital tidak hanya dilihat dari sisi pengemudi. Peran pihak lain dalam ekosistem, termasuk aplikator, juga perlu mendapat kejelasan dalam regulasi.
"Jadi peran pemerintah saat ini untuk mengatur dan menguatkan regulasi ini sehingga masalah yang selama ini muncul bisa terselesaikan," katanya.
Aan menegaskan, penguatan regulasi tersebut diarahkan untuk memastikan perkembangan layanan transportasi berbasis digital tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.
Selain transportasi digital, revisi UU LLAJ juga memuat penguatan aturan mengenai angkutan barang, khususnya kendaraan over dimension over load (ODOL). Pemerintah mendorong agar tanggung jawab hukum atas pelanggaran ODOL tidak hanya dibebankan kepada pengemudi, tetapi juga dapat mencakup pemilik barang dan pemilik angkutan.
Pemerintah telah menyelesaikan dan menyepakati penyusunan DIM RUU LLAJ bersama lima kementerian lainnya pada Jumat (18/9/2026). Kemenhub selaku koordinator penyusunan DIM mendorong agar regulasi LLAJ dapat menyesuaikan perkembangan transportasi berbasis teknologi. (Wahyu Dwi Anggoro)