News

KSP Temukan 2 SPPG Tak Layak di Jakbar, Langsung Disuspend

Riyan Rizki Roshali 14/05/2026 14:38 WIB

Ada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditemukan tak layak.

KSP Temukan 2 SPPG Tak Layak di Jakbar, Langsung Disuspend (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman mengungkapkan ada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditemukan tak layak.

Temuan itu merupakan hasil sidaknya pada Selasa (12/5/2026) lalu. Dudung memastikan Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi penghentian sementara (suspend) kepada kedua penyedia makanan tersebut.

“Jadi memang menurut saya itu tidak layak, dan itu oleh Kepala BGN langsung direspons, sehingga disuspend langsung saya lihat itu,” kata Dudung, Kamis (14/5/2026).

Dia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar anak-anak penerima program MBG benar-benar mendapatkan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi. Dudung menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengecekan ke berbagai daerah lain, menyusul adanya laporan ketidaksesuaian standar di beberapa wilayah.

“Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya, dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya ini tidak sesuai dengan standar,” ujar dia.

Ia menyebutkan, BGN terus berbenah secara maksimal untuk mengatasi berbagai ketimpangan yang terjadi di lapangan. Dudung memberikan peringatan keras kepada pihak yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak menjadikan program ini semata-mata sebagai ladang bisnis tanpa memperdulikan standar kualitas gizi.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” tutur dia.

Dudung berharap agar para penyedia MBG memprioritaskan keselamatan dan masa depan generasi penerus bangsa.

“Ya saya sampaikan lah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya. Ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa ini, anak-anak kita kasihan,” kata dia.

“Baru-baru ini kan baru lagi ada keracunan juga, nah ini hal-hal gini ini saya akan terus menerus tentunya bersama-sama juga dengan BGN ya untuk menindak hal-hal yang memang kurang baik gitu lah,” ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE