News

Menkes Sebut 1.824 Orang Desil Terkaya Dapat PBI JK, Peserta Miskin Tak Terdaftar

Achmad Al Fiqri 11/02/2026 11:50 WIB

Kemenkes mengaku telah menyortir data peserta desil yang menerima PBI JK.

Menkes Sebut 1.824 Orang Desil Terkaya Dapat PBI JK, Peserta Miskin Tak Terdaftar. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya menemukan ribuan Penerima Iuran Bantuan Jaminan Kesehatan (PBI JK) berasal dari desil 9-10 atau tergolong dalam kategori masyarakat mampu hingga sangat mampu. Adapun Kemenkes mengaku telah menyortir data peserta desil yang menerima PBI JK.

"Jadi memang dari data yang sudah di-clean up kemarin, Bapak Ibu lihat, ada juga orang kaya, paling kaya, desil 10 yang masuk PBI. Nah, data ini masih ada. Nah, kalau orang kaya yang (desil) 10 itu masuk PBI, misalnya di situ ada datanya berapa? 1.824 orang desil terkaya mendapatkan PBI," ujar Budi saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). 

Alhasil, kata dia, ada peserta desil bawah tak dapat PBI JK. Sebab kuota PBI JK sekitar 96,8 juta.

Kendati demikian, pemerintah tengah membenahi data 11 juta penerima PBI JK yang berpindah desil. Pembenahan data dilakukan oleh BPJS, BPS, dan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Karena total yang berpindah itu ada 11 juta, dari PBI menjadi tidak PBI, supaya desil-desil yang tinggi ini jangan masuk ke sana (PBI). Karena masih ada lagi desil 1 sampai 5 yang belum bisa masuk ke PBI," ucapnya.

Pembenahan data ini juga ditujukan agara pasien pengidap sakit kronis (katastropik) tak terganggu mendapat pelayanan kesehatan. 

"Jadi kalau pun ada pasien katastropik, dia masih di desil 10, desil 9, 3 bulan ke depan dia tetap akan jalan (selama pembenahan)," kata Budi.

Pembenahan data ini juga ditujukan agar BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah (Pemda) bisa menyosialisasikan tanggung jawab kepada peserta desil tertinggi. 

"Dalam 3 bulan ini akan di-review dan disosialisasikan oleh BPJS dan Pemda bahwa, 'Hei, Anda kan sebenarnya desil 10, sangat mampu. Ayo bayarlah BPJS Rp42.000. Masa enggak bisa bayar Rp42.000 orang desil 10?" ujar Budi.

(NIA DEVIYANA)

SHARE