News

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Masyarakat Diimbau Waspadai Munculnya Berbagai Penyakit

Niko Prayoga 10/06/2026 02:41 WIB

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan terjadi lebih panjang dan lebih kering di sebagian wilayah dengan puncaknya pada Agustus 2026.

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Masyarakat Diimbau Waspadai Munculnya Berbagai Penyakit (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan terjadi lebih panjang dan lebih kering di sebagian wilayah dengan puncaknya pada Agustus 2026.

Di tengah kondisi tersebut banyak potensi penyakit yang wajib diwaspadai oleh masyarakat.

Kementerian Kesehatan melalui unggahan di akun resmi media sosial mereka memberikan imbauan kepada masyarakat terkait adanya potensi berbagai penyakit tersebut.

Mengingat, musim kemarau yang cukup panjang berpotensi menimbulkan polusi udara dan perubahan cuaca di lingkungan. 

“Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi udara, dan munculnya berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan lingkungan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau,” demikian imbauan yang diberikan Kemenkes, dikutip Selasa (9/6/2026).

Dalam imbauan tersebut, Kementerian Kesehatan juga mengungkap beberapa penyakit yang berpotensi muncul dan kemungkinan bisa diderita oleh masyarakat. Sehingga hal itu perlu diwaspadai. 

Beberapa penyakit tersebut di antaranya adalah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti seperti DBD dan malaria, penyakit yang muncul jika kualitas air (sanitasi) menurun seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis.

Selain itu, ada juga penyakit yang kemungkinan bisa mengganggu bagian pernapasan seperti penyakit akibat polusi udara seperti iritasi mata, ISPA, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya serta penyakit akibat panas seperti dehidrasi ekstrem dan heat stroke.

Berbagai penyakit tersebut sangat rentan diderita oleh beberapa kelompok seperti anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, ibu hamil serta lansia di tengah kondisi kemarau yang lebih kering dan lebih panjang. 

Maka dari itu, masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah antisipasi dan perlindungan diri guna mencegah terkena berbagai penyakit di atas. Beberapa langkah itu diantaranya adalah pengecekan kualitas udara secara berkala, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, memperbanyak minum air putih dan hindari alkohol atau kafein.

Di sisi lain, menghindari asap rokok dan berbagi sumber polusi lainnya juga penting dilakukan. Bahkan jika bisa masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup ventilasi saat polusi meningkat. 

Sementara itu, pencegahan juga harus dilakukan dengan pola hidup sehat di masa kemarau panjang dan lebih kering ini. Bahkan jika perlu, masyarakat diminta untuk memberantas sarang nyamuk gua mencegah timbulnya kasus penyakit akibat gigitan nyamuk. 

Terakhir, masyarakat diminta untuk.segera melakukan pengobatan maupun konsultasi ke fasilitas kesehatan jika merasakan berbagai gejala penyakit yang disebabkan kondisi cuaca panas yang lebih kering dan lebih panjang. 

(kunthi fahmar sandy)

SHARE