News

Produksi Minyak Irak Anjlok 70 Persen

Wahyu Dwi Anggoro 10/03/2026 07:15 WIB

Produksi minyak mentah dari ladang-ladang di selatan Irak telah turun 70 persen sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran.

Produksi Minyak Irak Anjlok 70 Persen. (Foto: AP)

IDXChannel - Produksi minyak mentah dari ladang-ladang di selatan Irak telah turun 70 persen sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran.

Produksi harian rata-rata hanya 1,3 juta barel, dibandingkan dengan 4,3 juta barel per hari sebelum perang dimulai.

“Penyimpanan minyak mentah telah mencapai kapasitas maksimum. Sisa produksi setelah pengurangan besar-besaran akan digunakan untuk memasok kilang-kilang minyak negara,” kata seorang pejabat dari Basra Oil Company, dilansir dari Reuters pada Senin (9/3/2026).

Irak adalah negara Teluk pertama yang melakukan pengurangan produksi karena gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan langkah serupa tak lama kemudian.

Irak masih memuat minyak mentah untuk ekspor, tetapi jauh dari tingkat sebelumnya, menurut laporan Reuters. 

Pada Minggu, hanya dua kapal tanker yang dimuat di aurak, masing-masing dengan sekitar 2 juta barel minyak.

Salah satu kapal tersebut adalah Cospearl Lake yang berbendera Hong Kong, dan yang lainnya adalah VLCC berbendera China bernama Yuan Hua Hu. Menurut Marine Traffic, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Persia.

Reuters melaporkan bahwa rata-rata ekspor minyak harian Irak telah anjlok dari 3,33 juta barel per hari menjadi hanya 800.000 barel per hari pada Minggu. 

"Ini adalah ancaman operasional paling serius yang dihadapi Irak dalam lebih dari 20 tahun," kata seorang pejabat kementerian perminyakan Irak.

(Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE