Wapres Gibran Bertemu DPM Malaysia, Dorong Kerja Sama Industri Halal
Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan Malaysia sebagai sahabat dekat dan mitra strategis Indonesia.
IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan Malaysia sebagai sahabat dekat dan mitra strategis Indonesia.
“Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk Yang Mulia. Terima kasih sekali untuk kedatangannya. Malaysia adalah kawan dekat kami, mitra strategis kami,” kata Gibran.
Dia menilai bahwa kedua negara memiliki peluang untuk memperkuat beragam kerja sama. Salah satunya, di bidang industri halal.
“Saya sangat senang dengan kedatangan Yang Mulia. Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini bisa lebih mempererat kerja sama dan juga membuka peluang-peluang baru yang nanti ke depan akan menguntungkan kedua negara,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, DPM Ahmad Zahid menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Wapres sekaligus menyampaikan salam dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas sambutan yang sangat hangat setiap kali saya berada di Indonesia. Dan saya ingin menyampaikan salam dari Yang Mulia Bapak Anwar Ibrahim,” katanya.
Lebih lanjut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama industri halal. Sebagaimana diketahui, kunjungan DPM Ahmad Zahid ke Indonesia merupakan tindak lanjut undangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menghadiri The 5th Summit of Halal 20 (H20).
DPM Ahmad Zahid menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar untuk bersama-sama memperluas pasar produk halal, baik di kedua negara maupun ke pasar global.
Salah satu langkah yang dibahas adalah penguatan saling pengakuan terhadap produk halal kedua negara untuk mempermudah akses pasar produk Indonesia di Malaysia maupun produk Malaysia di Indonesia.
“Paling penting karena produk halal ini, di market, kebutuhan di dunia bernilai 1,3 trillion US Dollar. Besar. Dan tentunya, Indonesia dan Malaysia mempunyai market share untuk kita menawarkan produk-produk halal ke seluruh dunia,” katanya.
Merespons peluang tersebut, Wapres pun mendorong agar kerja sama halal Indonesia dan Malaysia segera diperluas dari kerja sama bilateral menuju penguatan ekosistem halal di tingkat ASEAN.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala BPJPH Ahmad Haikal bahwa Wapres memberikan dukungan terhadap percepatan pembentukan ASEAN Halal Council sebagai langkah memperkuat kerja sama halal di kawasan.
“Mas Wapres sangat mendukung dan meminta segera dilakukan percepatan menuju ASEAN Halal Council. Karena ketika ASEAN Halal Council terwujud, ini sudah naik kelas halal,” kata Haikal.
Menurut Haikal, sebagai langkah awal menuju penguatan kerja sama tersebut, Indonesia dan Malaysia berencana memprakarsai pembentukan Indonesia–Malaysia Halal Council pada akhir tahun ini.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat saling pengakuan sertifikasi halal kedua negara sehingga produk halal Indonesia dapat lebih mudah memasuki pasar Malaysia, demikian pula sebaliknya.
“Rencananya di akhir tahun ini kita berdua memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council. Sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah otomatis halal di Malaysia dan barang-barang di Malaysia pun sudah di Indonesia,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)