SYARIAH

Begini Cara Perkuat Peran Kemenhaj Melalui Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji

Dhera Arizona Pratiwi 06/07/2026 17:15 WIB

Kementerian Haji dan Umrah memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui berbagai program strategis.

Begini Cara Perkuat Peran Kemenhaj Melalui Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui berbagai program strategis untuk mengoptimalkan nilai manfaat penyelenggaraan haji bagi perekonomian nasional.

Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi haji dan umrah yang besar. Potensi gabungan ekonomi haji dan umrah diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun per tahun sehingga perlu dioptimalkan melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji yang terintegrasi.

"Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan upaya untuk memastikan penyelenggaraan haji tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri," ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah peningkatan penetrasi produk lokal untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah. Upaya tersebut diwujudkan melalui ekspor 28 jenis bumbu Nusantara dengan volume lebih dari 300 ton, penyediaan sekitar 3,1 juta paket makanan saji.

Pada sektor transportasi dan pariwisata, Ditjen PE2HU mengoptimalkan pemanfaatan empty flight untuk mendukung kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia. Hingga saat ini, inisiatif tersebut telah mencapai 1.723 penumpang dan akan terus dikembangkan untuk memperluas dampaknya ke depan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Penguatan ekosistem ekonomi haji juga dilakukan melalui pendekatan investasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sistem pengadaan dan penyaluran produk Indonesia untuk kebutuhan jamaah. Pengembangan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk berperan dalam rantai nilai haji dan umrah, dengan potensi sekitar 30%-40%. Platform Ekonomi Haji juga terus dikembangkan untuk mendukung integrasi ekosistem secara digital.

Menurut Jaenal, pengembangan ekosistem ekonomi haji hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan. Karena itu, Ditjen PE2HU terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk memperkuat rantai pasok nasional, mendorong investasi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperluas manfaat ekonomi haji bagi masyarakat.

"Ekosistem ekonomi haji tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Jaenal.

Melalui Rakernas ini, Ditjen PE2HU menegaskan komitmen untuk memperkuat implementasi program strategis pengembangan ekosistem ekonomi haji serta mempererat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

(Dhera Arizona)

SHARE