BI Proyeksi Ekonomi Syariah Tumbuh hingga 5,7 Persen di 2026
Pertumbuhan ekosistem bisnis syariah juga diperkirakan meningkat tercermin dari proyeksi pembiayaan perbankan syariah yang bakal tumbuh 8 sampai 12 persen.
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi syariah di kisaran 4,9 sampai 5,7 persen pada 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) Imam Hartono mengatakan pertumbuhan ekosistem bisnis syariah juga diperkirakan meningkat tercermin dari proyeksi pembiayaan perbankan syariah yang bakal tumbuh 8 sampai 12 persen.
"Ke depan, prospek ekonomi dan keuangan syariah nasional diperkirakan tetap positif, semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Imam dalam acara Sharia Economic and Financial Outlook di kantor BI, Jumat (13/2/2026).
Selanjutnya, perkembangkan ekonomi syariah tahun ini kemungkinan ditopang dari pergerakan rantai nilai halal. Seperti pada 2025, capaian nilai rantai nilai halal sebesar 6,2 persen, didorong peningkatan kinerja pada makanan minuman halal, pariwisata ramah muslim, dan modest fashion.
Imam mengatakan torehan pertumbuhan ekonomi syariah yang ditopang dari rantai nilai halal yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 25,45 persen di 2024,.menjadi 27 persen di 2025.
Adapun pada 2025, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66 persen, dengan didukung penyaluran Insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun atau 4,49 persen dari batas 5,55 persen per Desember 2025, serta berbagai program akselerasi pembiayaan.
"Di sisi pasar uang dan pasar valas syariah, pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah oleh perbankan syariah juga meningkat, naik 86,5 persen menjadi USD466 juta," ujar Imam.
Imam menekankan capaian pertumbuhan ekonomi syariah dan proyeksi ke depan sangat berkaitan dengan masyarakat sebagai pelaku bisnis maupun konsumen. Tingkat pengetahuan di kalangan publik menjadi titik tolak penguatan ekonomi syariah.
(NIA DEVIYANA)