Technology

Google Luncurkan Fitur Login dengan Video Biometrik, Begini Cara Kerjanya

Kurnia Nadya 24/07/2026 10:53 WIB

Google juga mengatakan pihaknya menambahkan beberapa pengamanan untuk mendeteksi upaya pemalsuan.

Google Luncurkan Fitur Login dengan Video Biometrik, Begini Cara Kerjanya. (Foto: Google)

IDXChannelGoogle meluncurkan fitur sign-in dengan video selfie pada Rabu (23/7/2026). Fitur ini memberikan opsi bagi pengguna untuk mengakses akunnya (login), atau untuk memulihkan akun jika terkunci karena lupa password. 

Perusahaan yang menaungi platform email dan mesin pencarian ini akan memberikan opsi bagi pengguna untuk merekam video selfie verifikasi. Proses ini hampir mirip dengan tahapan verifikasi pada platform online pada umumnya. 

Pengguna akan diarahkan untuk menggerakkan kepalanya pada sudut-sudut tertentu. Google akan menyimpan rekaman tersebut dan menggunakannya untuk otentikasi di kemudian hari jika pengguna memilih opsi login dengan video selfie. 

Meskipun fitur login ini dapat memberikan pengamanan yang lebih baik terhadap potensi fraud, penyalahgunaan akun saat perangkat tercuri, dan sebagainya, fitur ini juga tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna. 

Terutama terkait keamanan data biometrik yang dikumpulkan dan keamanan privasi. Google menyatakan bahwa video biometrik tersebut disimpan sesuai dengan izin pengguna. Selain itu, pengguna juga memiliki opsi untuk menghapusnya dari akun Google. 

Video tersebut hanya akan digunakan untuk tujuan login, kecuali pengguna memilih untuk memberikan hak kepada Google untuk menggunakan video tersebut untuk kegunaan lainnya. 

Google juga mengatakan pihaknya menambahkan beberapa pengamanan untuk mendeteksi upaya pemalsuan. Termasuk penggunaan deepfakes, dengan membandingkan video baru dengan video biometrik lama yang telah tersimpan. 

Fitur ini tersedia di akun Google tiap pengguna sejak Rabu (27/3/2026) kemarin. Sebelum fitur video biometrik ini, Google memanfaatkan empat opsi untuk pemulihan akun. 

Yakni ‘trusted devices’, nomor telepon terdaftar, kontak untuk pemulihan, dan two-factor authentication. Sedangkan perekaman data biometrik seperti video selfie dan facial recognition (pengenalan wajah) sebelumnya dikhawatirkan mengganggu keamanan dan privasi.


(Nadya Kurnia)

SHARE